Minggu, 22 September 2019
Budaya

“Aoristus” Menyatakan sesuatu hal pernah terjadi atau pernah dilakukan

92views

Aoristus atau kala aoristus adalah bentuk kata kerja dalam beberapa bahasa, terutama dari rumpun berbahasa Eropa seperti Yunani dan Sansekerta yang tidak menyatakan selesainya sebuah perbuatan. Maksud kala aoristus adalah untuk menyatakan bahwa sesuatu hal pernah terjadi atau pernah dilakukan. Tidak menyatakan terus-menerus atau berulang kali, melainkan perbuatan pada satu titik waktu. Karena itu kata kerja ini tidak mengacu pada masa lalu, sekarang atau masa depan. Tidak ada terjemahan yang benar dalam bahasa Indonesia. Terjemahan yang memadai adalah simple past tense.

Bahasa Yunani termasuk dalam keluarga bahasa Indo-Eropa, seperti Bahasa Ibrani berasal dari keluarga bahasa Semitik.. Bahasa Yunani adalah sebuah bahasa yang pada awalnya  digunakan dalam penulisan Injil,  kecuali Injil yang bernama Injil Matius. Bahasa Yunani adalah bahasa yang inflektif. Inflektif dapat diartikan bahwa, bahasa Yunani adalah sebuah bahasa yang bisa membentuk kata yang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan awalan, akhiran, atau kedua-duanya pada kata dasar, seperti yang juga terjadi dalam bahasa lain.

Dalam pembentukan suatu gramatika bahasa, misalnya bahasaYunani, bahkan bahasa Inggris, terdapat aturan  yang disebut tenses. Tensen itu juga terbagi dalam beberapa kelompok. Pertama, tenses yang menunjukkan keadaan sesuatu yang sedang berlangsung, dalam bahasa Inggris disebut Present Tense. Tenses yang kedua adalah kegiatan yang sudan selesai dilakukan, dalam bahasa inggris disebut Past Tense. Tense yang ke tiga adalah kegiatan yang terjadi di masa yang akan datang, yang dalam bahasa Inggris disebut future tense. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa, hampir setiap bahasa di dunia memiliki struktur bahasa, atau dalam bahasa Inggris bernama grammar. Grammar ini lebih difokuskan pada penggunaan bahasa yang cenderung lebih resmi, meskipun secara tidak langsung dalam penggunaan bahasa tidak resmi atau informal juga memerlukan Grammar ini. Apabila kita orang berbicara tanpa struktur bahasa, terutama bahasa asing, maka orang yang mendengarnya mungkin tidak memahami, atau malah salah dalam penafsiran.

 

Menurut tata bahasa Yunani, Aoristus adalah sesuatu untuk menyatakan sesuatu tersebut pernah terjadi, tapi tidak dalam waktuyang berulang. Hal ini hanya terjadi dalam satu titik waktu, dan tidak terjadi kembali pada waktu yang lain. Akan tetapi, kala Aoristus kegiatan tersebut masih berlangsung. Dalam bahasa Indonesia, kajian ini masih sulit dijabarkan. Dalam pemaknaan kajian tata bahasa kala Aoristus, harus mengambil makna dalam satu konteks penuh, tidak bias hanya sebagian saja.