Kamis, 13 Desember 2018
Wisata

Misteri Mistik Lubang di Curug Gombong Semarang

172views

Mendung masih menyelimuti langit di jalan Pantai Utara Batang, Jawa Tengah, Rabu sore, sembilan belas Januari 2018. Sejumlah pengunjung untuk datang ke sebuah objek wisata air terjun asri nan eksotik bernama Curug Gombong tak disurutkan situasi itu rupanya.

Air terjun alami ini tak berada jauh dari pusat kota. Jaraknya hanya sekitar enam kilometer dari jalur Pantura, Kecamatan Subah. Lokasinya berada di Desa Gombong Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Curug Gombong menjadi salah satu wisata potensial yang mudah dijangkau aksesnya.

Untuk sampai ke lokasi, pengunjung bakal dimanjakan oleh suasana asri perdesaan. Seperti eloknya pesona hijau pepohonan, ladang padi, serta berbincang langsung dengan para petani di persawahan.

Curug Gombong Semarang

Setelah menempuh perjalanan yang cukup pendek, wisata Curug Gombong langsung ditemukan pengunjung bakal. Air terjun ini memiliki tidak rendah 15 meter. Walau tidak terlalu tinggi, tetapi lumayan lebar. Derasnya air dengan hiasan dinding bebatuan unik membentuk satu relief yang cantik dan indah. Pengunjung dijamin tidak menyesal saat melihat pesona alam asri ini.

Magnet pengunjung ke destinasi Curug Gombong memang tidak pernah mati. Meski area ini sempat ditutup oleh pemerintah setempat beberapa saat terakhir. Alasannya wisata air tersebut ditutup sebab dianggap terlalu berbahaya dan banyak menelan korban. Itu sebabnya, Curug Gombong terlihat cukup sepi dan mencekam.

Ahmad Masruri, pengelola Curug Gombong mengaku, Curug Gombong memang sarat misteri dan kental bakal kisah rakyat. Masyarakat sekitar percaya, di bawah air terjun ini terdapat satu lubang gaib yang sungguh besar. Lubang tersebut bisa menyeret apa saja.

“Lubang itu tak terlihat oleh orang awam. Bisa menyeret orang yang berendam. Konon lubang tersebut tepat di bawah derasnya air terjun,” kata Masruri.

Itu sebabnya, Masruri tidak bingung kalau ada puluhan orang tewas saat bermain di air terjun yang cukup eksotis itu. “Dulu pernah ada korban yang tiba-tiba tenggelam saat sedang asyik berenang. Sesudah warga mencari-cari, tubuh korban tidak ditemukan. Tapi selang beberapa menit, korban terapung di bawah air terjun dalam keadaan meninggal,” ujarnya.

Sejak berjatuhan korban itu, masyarakat setempat meyakini adanya lubang mistis. Sebab selalu saja korban ditemukan terapung tepat di bawah air terjun. Walaupun secara kasat mata pengunjung tidak bakal menjumpai lubang yang dalam di bawah air terjun.

Sejak ditutup oleh pemerintah, tempat tersebut jarang tersentuh oleh masyarakat maupun pengunjung. Tapi demikian, perihal tersebut menjadi keresahan sendiri mengingat potensi besar Curug Gombong. Biar tetap aman dikunjungi, akhirnya, masyarakat sekitar membentuk kelompok sadar wisata untuk merevitalisasi aturan area curug Sejumlah wahana lain di sekitar curug juga dibangun agar menambah daya tarik.

“Sekarang kami memperbaiki langkah-langkah pengelolaan wisata. Saat pengunjung bermain air, harus ada pantauan langsung Kami juga membatasi pengunjung sampai jam empat sore. Dan kami memberi aturan, supaya tidak berenang terlalu dekat dengan grojokan air terjun. Mengatasi tak terjadi korban selanjutnya,” jelasnya.