Senin, 14 Oktober 2019
Budaya

Tradisi menangkap Ikan Yang Unik di SawahLunto, Mangadou

150views

Hawa khas pedesaan bakal sangat terasa saat berada didaerah ini, kemolekan air terjunnya ditengah indahnya hutan tropis serta adat-istiadat yang masih dilestarikan sampai saat saat ini ini. Masyarakat Kampung Rantih, Kota Sawahlunto yang terkenal dengan kota wisata tambang nan berbudaya mempunyai aneka keunikan tersendiri, salah satunya tradisi ” Mangadou “.

Tradisi Mangadou merupakan tradisi menangkap ikan secara tradisional yang masih sangat unik dan menarik untuk disaksikan, dilakukan di sungai ombilin yang adalah daerah lintasan dari aliran air danau singkarak didesa ini.

Tradisi ini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat, semenjak dahulunya Mangadou menjadi tradisi yang menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang datang kedaerah ini.

Tradisi menangkap Ikan Yang Unik di SawahLunto, Mangadou

Dalam tradisi Mangadou penduduk didesa ini bakal melakukan Goro ( gotong royong ), dimulai dengan mengumpulkan pucuk enau lalu pucuk daun enau tersebut bakal dianyam dibentuk seperti dinding, proses ini dilakukan pada malam hari secara bersama-sama.

Fungsi dari anyaman ini adalah untuk menghalau dan menangkap ikan yang ada pada sungai ombilin, sehingga dengan mudahnya mereka menangkap ikan masuk perangkap yang telah disiapkan seperti jala dan tangguk.

Menurut warga sekitar anyaman dari daun enau tersebut cukup mampu mengarahkan dan menghalau ikan yang ada disungai ombilin kesuatu titik yang telah ditentukan, sehingga sebagian kelompok orang dalam kegiatan ini menghalau dan sebagian yang lain menjala dan menangkap ikan yang telah dihalau tersebut.

Tradisi ini diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang kedaerah kampung Rantih ini, untuk menikmati estetika alam dan keramahan penduduknya.