Rabu, 19 Juni 2019
Opini

Catatan Menarik Di Balik Politisasi Masjid No

84views

Politisasi Masjid, No; Politisasi Pengajian Yes
(Paradoks Gerakan Relawan Pro Jokowi)

Oleh: Gusmiyadi Goben
Aktivis Indonesia Bergerak

Satuan Relawan Gerakan Nasional Jutaan Relawan Dukung Jokowi berencana membuat program antipolitisasi masjid. Mereka akan ceramah pada setiap pengajian relawan. Tujuannya mengembalikan masjid sebagai tempat ibadah. Hal ini dinyatakan oleh Sylver Matutina di Sarinah, Jakarta Pusat, Ahad, 22 April 2018 (tempo.co)

Para ustad dan takmir yang dimobilisasi kelompok ini akan berbicara mengenai Islam yang benar. Bukan Islam yang dipakai untuk tujuan tertentu yang tidak baik.

Gerakan ini tentu saja akan menimbulkan pro dan kontra. Imbasnya akan sangat berbahaya bagi persatuan ummat Islam. Masjid ingin dipisahkan dari kehidupan sosial politik, tentu akan berpotensi menimbukkan perpecahan.
………….

Merujuk dari nu.or..id, Terkait arti masjid ini, Pakar Tafsir Al-Qur’an asal Indonesia, Muhammad Quraish Shihab dalam buku karyanya Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat (Mizan, 2000) menguraikan, kata masjid terulang sebanyak 28 (dua puluh delapan) kali di dalam Al-Qur’an. Dari segi bahasa, kata masjid terambil dari akar kata sajada-sujud, yang berarti patuh, taat, serta tunduk dengan penuh hormat dan ta’dzim.

Meletakkan dahi, kedua tangan, lutut, dan kaki ke bumi, yang kemudian dinamai sujud oleh syariat, adalah bentuk lahiriah yang paling nyata dari makna-makna di atas. Itulah sebabnya mengapa bangunan yang dikhususkan untuk melaksanakan shalat dinamakan masjid, yang artinya “tempat bersujud.”

Dalam pengertian sehari-hari, masjid merupakan bangunan tempat shalat kaum Muslim. Tetapi, karena akar katanya mengandung makna tunduk dan patuh, maka hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah semata. Karena itu Al-Qur’an sural Al-Jin ayat 18, misalnya, menegaskan bahwa:

“Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, karena janganlah menyembah selain Allah sesuatu pun.” (QS. Al-Jin: 18)

Selain itu, Quraish Shihab dalam buku yang sama juga mengemukakan bahwa Rasululullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Telah dijadikan untukku (dan untuk umatku) bumi sebagai masjid dan sarana penyucian diri.” (HR Bukhari dan Muslim melalui Jabir bin Abdullah).

Jika Rasulullah mengaitkan masjid dengan bumi ini, maka jelas bahwa masjid bukan hanya sekadar tempat sujud dan sarana penyucian. Tidak juga hanya berarti bangunan tempat shalat, atau bahkan bertayamum sebagai cara bersuci pengganti wudhu, tetapi masjid juga berarti tempat melaksanakan segala aktivitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah SWT.
……………

Dalam konteks itu, jelas sudah. Segala sesuatu yang menjadi nilai kandungan ajaran Allah SWT yang terkandung dalam Quran dan hadist tentu saja dapat dibahas di masjid sebagai tempat beribadah ummat Islam. Kita pahami bahwa ajaran-ajaran tersebut menyimpan makna dan dimensi yang sangat luas dalam mengatur kehidupan manusia.

Disisi lain, ternyata pengajian relawan yang akan dilakukan kelompok pro Jokowi ini juga bermaksud untuk menepis berbagai tudingan miring terhadap Jokowi. Mereka juga berupaya menepis isu Jokowi antiislam. Menurut kelompok ini, Jokowi adalah sosok yang sangat Islami. Jokowi sering membantu acara-acara keagamaan dan tidak pernah lepas salat lima waktu. Beliau juga jadi sering menjadi imam salat yang baik.

Justru inilah yang akan menjadi paradoks. Pengajian dalam bahasa Arab disebut At-ta’llimu asal kata ta’allama yata’allamu ta’liiman yang artinya belajar, pengertian dari makna pengajian atau ta’liim mempunyai nilai ibadah tersendiri, hadir dalam belajar ilmu agama bersama seorang Aalim atau orang yang berilmu merupakan bentuk ibadah yang wajib setiap muslim (Wikipedia).

Sejak kapan pengajian menjadi tempat ajang klarifikas terkait Jokowi? Menjadikan majelis ilmu sebagai tempat distribusi kepentingan personal dan kelompok? Tentu ini akan bertabrakan dengan semangat gerakan itu sendiri.

Tampak sudah, mereka yang akan bergerak masuk mempengaruhi kelompok Islam ini tidak paham betul soal ajaran Islam. Tak paham apa yang mereka lakukan sangat berbahaya bagi bangsa ini.