Rabu, 19 Juni 2019
Internasional

Penumpang Qantas Keluhkan Luka Bakar Akibat Insiden Air panas

Penumpang Qantas Keluhkan Luka Bakar Akibat Insiden Air panas
95views

Australia – Seorang wanita yang menderita luka bakar tingkat dua karena tanpa sengaja kakinya tersiram air mendidih dalam penerbangan Qantas telah menuduh maskapai nasional Australia itu gagal membantunya atau membayar biaya pengobatannya.

Karina, yang tidak ingin nama keluarganya dipublikasikan, sedang dalam perjalanan dari Perth, Australia Barat (WA) menuju Gold Coast, Queensland  pada 18 Maret lalu untuk bekerja di event Commonwealth Games ketika kecelakaan itu terjadi dan menyebabkan dia mengalami kesakitan yang parah.

Dia mengatakan kepada ABC Radio Perth, seorang pramugari sedang memberinya secangkir teh ketika wanita itu menumpahkan air mendidih di kakinya dalam  penerbangan QF860, di antara Sydney-Gold Coast dalam perjalanan tersebut.

“Saya meminta secangkir teh dan dia menyerahkannya kepada saya dan air the panas itu tumpah ke pangkuan saya,” katanya.

“Saya berdiri untuk berusaha mengeringkannya, tapi dia [pramugari] sudah pindah ke barisan orang berikutnya dan saya tidak mendapat bantuan medis, tidak ada bantuan selama penerbangan tersebut.” Karina mengatakan dia kemudian melapor ke pramugari Qantas, kalau dirinya mengalami luka bakar dan tidak terkesan dengan respon yang didapatkannya.

Penumpang Qantas Keluhkan Luka Bakar Akibat Insiden Air panas
Penumpang Qantas Keluhkan Luka Bakar Akibat Insiden Air panas

“Saya terus berusaha memberitahu pramugari apa yang telah terjadi, tetapi sekali lagi mereka tidak melakukan apa pun [untuk membantu saya] dalam penerbangan itu.

Karina mengatakan dia langsung pergi ke rumah sakit dan staf medis mengatakan kepadanya bahwa jika saja dia menerima perawatan untuk luka bakar dengan segera, luka itu tidak akan menjadi parah.

Dia mengatakan jika bukan karena pekerjaan luar biasa dari para dokter di rumah sakit yang mempercepat pengobatan luka bakarnya, dia akan kehilangan kontrak kerjanya di Pesta Olahraga Persemakmuran karena dianggap tidak layak untuk bekerja.

Karina mengatakan dirinya kemudian mengirimkan Qantas surat keterangan dari rumah sakit yang  membenarkan dirinya menderita luka bakar tingkat dua, tetapi Qantas kemudian mengatakan kalau perawatan yang dilakukannya selama penerbangan yang telah membuat luka itu menjadi parah.

“Tidak ada permintaan maaf, tidak ada tanggapan simpatik seperti, “apakah Anda baik-baik saja, bisakah saya membantu dengan cara apa pun atau dapatkah kami meminta seseorang untuk melihatnya untuk Anda?” Tidak ada tanggapan yang seperti itu, “katanya.

“Tidak ada yang mendatangi saya selama penerbangan atau ketika saya hendak meninggalkan pesawat tidak ada yang mengatakan “dapatkah kami mendapatkan laporan insiden atau laporan awak.””