Rabu, 23 Januari 2019
Budaya

Osamu Dazai , Penulis Cerpen Jepang

87views

Osamu Dazai  lahir di Prefektur Aomori, 19 Juni1909   meninggal di Mitaka, Tokyo, 13 Juni 1948 pada umur 38 tahun)adalah penulis dari zaman Showa di Jepang. Nama aslinya Tsushima Shūji. Selain dikenal untuk tulisan cerita pendek dan novel dalam gaya otobiografi, Dazai juga menulis drama Shin Hamlet (The New Hamlet) dan dongeng Otogizōshi (Fairy Tales). Osamu Dazai, adalah sebuah nama yang tidak asing bagi para mahasiswa jurusan sastra Jepang. Karya ysng psling dikenal adalah, Ningen Shikkaku (1948), yang menurut warga Jepang menempati urutan kedua dalam daftar novel yang diburu hingga saat ini. Novel petama yang paling popuker adalah novel Kokoro karya Natsume Soseki. Sayangnya, bagi penikmat sastra di Indonesia, Dazai tidak begitu popular, seperti pengarang Akutagawa, Yasunari Kawabata atau pun Yukio Mishima,

Hingga saat kematiannya pada tahun 1948, pada usianya yang masih tergolong muda, yaitu usia 39 tahun, Dazai tidak terlalu banyak menghasilkan karya. Ningen Shikkaku adalah novel ketiga sekaligus terakhir yang ia terbitkan sebelum menenggelamkan diri ke sungai bersama pacarnya, Tomie Yamazaki. Karir kepenulisannya banyak dibantu oleh Ibuse Masuji. Dia bersama lingkaran sastranya, Buraiha, menentang lingkaran sastra Shirakaba dan para sastrawan yang berasal dari kaum kelas bawah di Jepang. Berbicara tentang sastra, seorang pengarang dapat menumpahkan segala ide, pemikiran ataupun  pengalamannya, dalam bentuk rangkaian kata, yang diuntai dalam kalimat-kalimat, ke dalam sebuah karya sastra sebagai sarana mengapresiasikan dirinya. Karya sastra merupakan struktur dunia rekaan, artinya realitas dalam karya sastra. Seperti yang dapat dibaca dalam nonel, karangan Dazai, dapat dinyatakan bahwa. Sebuah karya sastra memang dianggap sebagai pencerminan kehidupan, tetapi, hal tersebut bukan menjadi tolak ukur bahwa,  karya sastra merupakan gambaran tentang kehidupan, tetapi merupakan pendapat pengarang tentang keseluruhan kehidupan

Dalam novelnya, Dazai menceritakan tentang kisah tentang penggalan kecil riwayat hidup Oba Yozo, putra dari seorang tuan tanah dan anggota parlemen Jepang yang menjalani masa-masa kuliah dan dewasa di Tokyo pada sekitar tahun 1930-an.  Novel Dazai menunjukkan kehidupan sosial orang Jepang pada zaman Taisho (1912-1926) – zaman Showa (1926-1945), yang mengalami masa serba kebarat-baratan, sebagai akibat restorasi Meiji yang diberlakukan oleh pemerintah. System kehidupan yang serba kebaratan ini di Jepang tidak hanya mempengaruhi keadaan ekonomi dan struktur militer Jepang,, bahkan kehidupan sosial masyarakat Jepang.