Jumat, 22 Februari 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Prabowo-Sandi Rencanakan Konsep Baru Untuk Oke Oce Mart

19views

Jakarta – Salah satu program Oke Oce Mart yang di jalankan di Jakarta memang tengah sulit untuk di kembangkan usai di tingkalkan oleh mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno yang mengambil keputusan untuk berpasangan dengan calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Oleh sebab itu, pasangan capres-cawapres no urut 02 Prabowo-Sandi akan meneruskan dengan menjadikan Oke Oce Mart di bawa menjadi kebijakan nasional.

Bagaimanakah konsepnya ? Konseptor Oke Oce yang bernama Midwan La Fante memastikan bahwa konsep Oke Oce yang di tingkatkan secara masif di seluruh Indonesia berbeda dengan yang di tingkatkan di Jakarta. Hal itu di sampaikannya ketika berada dalam dialog Menuju Kedaulatan Pangan di Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, pada 1/1/2019.

“Perlu kami tegaskan Oke Oce Mart di Jakarta kami geser menjadi Oke Oce Tani dan Nelayan,” tuturnya.

Sementara ini, jelas Midwan, Oke Oce Marta lebih Jakarta sentris. Hal tersbeut sulit meningkat, sebab, mereka tidak dapat bersaing dengan minimarket yang lainnya yang memilki persediaan lebih legkap. Bahkan, untuk di tingkatkan di daerah yang lainnya.

Midwan menuturkan, bahwa penerimaan tenaga kerja dan juga sumberdaya juga Oke Oce Mart tidak dapat secara masif. Berbeda dengan Oke Oce Tani dan juga Nelayan, cakupannya sangat besar dan kuat.

“Kami selain melibatkan petani dan nelayan juga akan melibatkan pendamping dari mahasiswa yang tidak terserap lapangan kerja dan juga kampus-kampus pertanian,” tuturnya.

Prabowo-Sandi Rencanakan Konsep Baru Untuk Oke Oce Mart
Prabowo-Sandi Rencanakan Konsep Baru Untuk Oke Oce Mart (monitorkini.com)

Menurut Midwan, di dalam penerapannya Oke Oce Tani dan Nelayan akan di tingkatkan bukan hanya dengan menyertakan petani dan juga nelayan tetapi juga pengusaha yang peduli dengan pemberdayaan masyarakat.

“Karena basisnya desa dan kecamatan kami juga akan mendorong pemanfaatan dana desa selain untuk membangun infrastruktur juga untuk mengembangkan pertanian dan pemberdayaan nelayan,” ujar.

“Kami juga tengah mengembangkan konsep yang aplikatif serta mendata setiap kecamatan untuk didorong mengembangkan komoditi unggulan masing-masing sehingga menjadi komoditi specialty seperti halnya kopi yang memiliki nilai tambah,” pungkasnya.

Leave a Response