Minggu, 18 Agustus 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Inilah Tiga Cita-Cita Prabowo Selain Dalam Bidang Politik

138views

Bogor – Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto mempunyai tiga cita-cita yang belum dapat di wujudkan. Dua diantaranya yakni dengan menjadikan universitas yang di dirikannya menjadi kampus nomor satu di Asia dan juga membentuk tim sepakbola yang dapat masuk ke Piala Dunia. Hal itu di sampaikan olehnya dalam perbincangan dengan wartawan di kediamannya di Padepokan Garudayaksa, Bojongkoneng, Hambalang, pada 5/2/2019 malam lalu.

“Saya punya tiga cita-cita di luar politik. Pertama, menjadikan kampus saya Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) jadi universitas nomor satu di Asia, paling nggak Asia Tenggara,” tutur Prabowo.

Prabowo menjelaskan, bahwa dia ingin menjadikan UKRI seperti Oxford dan Harvard. Dia mengharapkan. pendidikan di Indonesia dapat menjadi kiblat di Asia, terutama Asia tenggara.

“Saya pengin jadikan UKRI Oxfordnya Indonesia atau Harvardnya Indonesia,” tuturnya.

Mantan Danjen Kopassus ini menyaytakan, bahawa untuk dpaat mewujudkan hal itu, saat ini dua selalu berupaya untuk dapata meningkatkan kampus yang ada di Bandung, Jawa Barat. Prabowo juga mengklaim , bahwa ingin turut memberikan ilmunya di sana.

“Kampusnya masih beberapa fakultas, tapi akan terus bertambah,” kata Prabowo.

Bukan hanya ingin menjadikan UKRI menjadi kampus yang terbaik se-Asia, Prabowo pun mengharapkan membentuk tim sepakbola yang hebat. Dia harap nantinya tim sepakbola Indonesia dapat diperhitungkan  dunia. Prabowo percaya, bahwa tim sepakbola Indonesia dapat merealisasikan hal itu. Dia menilai, bahwa hal itu hanya permasalahan leadership.

Inilah Tiga Cita-Cita Prabowo Selain Dalam Bidang Politik
Inilah Tiga Cita-Cita Prabowo Selain Dalam Bidang Politik (monitorkini.com)

“Saya ingin tim sepakbola Indonesia bisa masuk ke Piala Dunia, Saya yakin kita bisa. Ini hanya persoalan leadership” tuturnya.

Dia juga kemudian mencontohkan, tim polo ciptaannya. Tim polo tersebut tercipta dari anak-anak petani yang di ajarinya bermain polo. Pada saat itu, dia senang untuk bermain polo, dan kemudian berharap membentuk tim yang hebat. Namun, selama ini tim Indonesia sering di anggap remeh.

“Polo itu kan dulu permainan orang ningrat, kita pribumi nggak boleh. Dulu ada namanya Batavia Polo Club, yang boleh ikut cuma orang Belanda. Terus setelah merdeka, ada lagi dibuka itu Batavia Polo Club. Polo club itu kemudian bangkrut, dan saya beli. Lalu saya ganti namanya jadi Nusantara Polo Club. Saya ajari anak-anak petani main polo, Ternyata prestasinya luar biasa, mereka menang lawan negara-negara Malaysia, Brunei, bahkan India tempat asal Polo. Lucunya, mereka itu lawan orang-orang ningrat. Anak petani malah yang menang, Saya yakin kita bisa” pungkasnya.