Selasa, 23 April 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Inilah Penyebab Turunnya Permodalan Untuk Indonesia Dari Luar Negeri

Inilah Penyebab Turunnya Permodalan Untuk Indonesia Dari Luar Negeri (monitorkini.com)
39views

Jakarta – Mantan wakil gubernur DKI Jakarta yang sekarang sebagai calon wakil presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menerima data terakhir yang memperlihatkan ketidakpastian hukum di Republik Indonesia mengakibatkan permodalan dari luar negeri merosot. Dia menyatakan, bahwa turunnya investasi di dalam negeri baru satu kali ini terjadi. Hal ini di sampaikan oleh Sandi ketika berada di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, pada 08/02/2019.

“Data terakhir yang baru dikutip dari beberapa informasi yang kita dapat, bahwa ketidakpastian hukum ini yang menjadi penyebab minimnya investasi, turun investasi secara pertama kali dalam sejarah, terutama investasi dari luar negeri dan tak bisa menciptakan lapangan kerja karena ketidakpastian hukum,” tutur Sandi.

Sandi menjelaskan, bahwa menurunnya permodalan luar negeri telah terjadi dalam 3 tahun terakhir ini. Dia menyatakan, bahwa banyak para invenstor dari Jepang yang mengundurkan diri.

“Kalau tidak salah Indonesia itu dulu nomor satu sebagai destinasi investasi dari Jepang, sekarang kalau nggak salah duduk di posisi 5, kalah sama Vietnam dan beberapa negara lain. Ini diakibatkan karena ketidakpastian hukum,” jelasnya.

Sementara , Sandi tidak mengatakan sumber data yang menjadi tumpuannya terkait dengan ketidakpastian hukum tersebut. Dia mengusulkan untuk dapat melihat data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Inilah Penyebab Turunnya Permodalan Untuk Indonesia Dari Luar Negeri
Inilah Penyebab Turunnya Permodalan Untuk Indonesia Dari Luar Negeri (monitorkini.com)

“Dan salah satu yang kita yakini bahwa ketidakpastian hukum mengakibatkan para investor menarik diri dan bisa dilihat dari data BKPM aja,” tuturnya.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, bahwa hukum tidak boleh tebang pilih atau bahkan hukum pidana di gunakan untuk melumpuhkan lawan dalam berpolitik.

“Sekali lagi saya sampaikan hormati proses hukum kita tentunya menjungjung tinggi proses hukum, tapi jangan hukum itu dipakai untuk memukul lawan, hukum dipakai untuk melindungi lawan, hukum itu harus tegak lurus, tak boleh tebang pilih, saya harap kita hati-hati menyikapi ini dan kita harus betul-betul pastikan,” pungkas Sandiaga.