Selasa, 23 April 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Gurau Prabowo, Orang Banyumasan Tangannya Keras-Keras

94views

Banjarnegara – Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto mendatangi Kabupaten Purbalingga dan juga Banjarnegara, Jawa Tengah untuk menjumpai para pendukunnya. Dia menyebut kan, bahwa dia merasa tertarik dengan orang-orang Banyumasan yang memiliki tangan yang keras. Mengapa dia mengungkapkan bahwa tangan orang Banyumas keras-keras? Hal tersebut di ketahui sewaktu pendukungnya ingin berjabat tangan atau bersalaman dengan dia.

Prabowo meminta maaf, karena tidak dapat memberi tangannya untuk bersalaman secara satu persatu. Sebab, tidak memungkinkan, karena banyak sekali orang, dia menyatakan, bahwa tangan masyarakat terlalu keras. Hal itu di sampaikannya ketika dia menyapa masyarakat di Desa Wanadadi, Banjarnegara, pada 13/2/2019.

“Saya mengerti emak-emak sekalian, istilahnya saudara mau menghormati saya, maaf tidak bisa kasih tangan kepada kalian semua, terus terang saja karena tidak memungkinkan, juga karena tangan kalian terlalu keras,” tutur Prabowo di depan para pendukungnya sambil bergurau.

“Ini saya lihat daerah sini, Purbalingga, ini kayaknya daerah Banyumasan, Banjarnegara termasuk daerah Banyumasan?,” tanyanya.

“Betul,” jawab para pendukungnya serentak.

“Pantesan tangannya keras-keras, minta ampun. Kau kasih tangan, tangan aku yang kesakitan. Rupanya ini memang banyak petani,” imbuhnya.

Di dalam pertemuan tersebut, dia mengajak para pendukungnya untuk mebuat gerakan bola salju. Deengan cara, satu pendukung meyakinkan minimal 15 orang yang ada di sekeliling lingkungannya.

Gurau Prabowo, Orang Banyumasan Tangannya Keras-Keras
Gurau Prabowo, Orang Banyumasan Tangannya Keras-Keras (monitorkini.com)

“Yang hadir di sini untuk meyakinkan minimal 15 orang yang ada di lingkungan masing-masing. Seperti besan, ipar, sepupu dan yang lainnya,” jelas dia.

Dia melanjutkan, dari 15 orang itu kemudian meyakinkan 15 orang lainnya begitu pun sampai pada hari di mana pencoblosan si lakukan. Dia mengajak masyrakat untuk melakukan gerakan bola salju atau gerakan rakyat.

“Karena gerakan rakyat ini tidak bisa dibeli. Makanya, kita harus meyakinkan minimal 15 orang sampai tanggal 17 April mendatang,” sambungnya.

Dia memastikan, bukan pertemuan tersebut yang penting. Namun, gerakan dari anggota partai, tokoh agama, tokoh maysarakat untuk meyakini lingkungan sampai pada tanggal 17 April mendatang.

“Yang penting tokoh agama, tokoh masyarakat kader partai. Kita perlu suatu ikhtiar untuk meyakinkan lingkungan kita, kerabat-kerabat kita untuk tanggal 17 April berondong-bondong ke TPS,”  pungkasnya.