Senin, 14 Oktober 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Pengamat politik Ini Nilai Prabowo Punya Kecerdasan Dan Kejujuran

100views

Jakarta – Pengamat politik yang berasal Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menganggap jika pemakaian kata-kata yang memiliki artian yang kasar oleh calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto di dalam kampanye merupakan cara untuk memperlihatkan suatu kejujuran.

Di dalam beberapa kampanye terbukanya beberapa waktu belakangan, Prabowo memakai kata-kata yang dianggap beberapa kalangan merupakan perkataan yang kasar, seperti ‘ndasmu’ dan ‘bajingan’. Prabowo juga menggebrak-gebrak podium ketika melakukan kampanye di Yogyakarta. Ketua Umum Partai Gerindra ini juga memakai pilihan kata ‘diperkosa’ untuk mencerminkan keadaan bangsa ini.

Kunto mengungkapkan, menurut studi psikologi kata-kata yang bersifat kasar bisa dipakai oleh orang yang ingin mememberikan sebuah pesan dengan jujur. Hal itu di sampaikan olehnya pada (9/4/2019).

“Studi psikologi, mereka yang berkata kasar lebih jujur. Saya rasa tim Prabowo menyadari itu, dan memunculkan Prabowo yang walau berkata kasar tapi jujur,” ungkap Kunto.

Bukan hanya itu, dia menjelaskan, bahwa pemakaian kata kasar oleh Prabowo cermat sebab dilakukan di depan para pendukungnya. Karena, kata-kata kasar yang sering dipakai yakni untuk memperlihatkan sebuah kedekatan.

Dia menyatakan, tetapu pemakaian kata bersifat kasar tersebut akan menjadi masalah jika didengar oleh orang-orang yang tidak berasal dari pendukungnya, dalam hal tersebut pendukung pasangan capres dan cawapres kubu Petahana.

“Ketika orang pakai kata kasar itu lebih dianggap familiar, kalau orang bisa pakai kata kasar artinya lebih dekat dengan kita. Bagi pendukungnya oke, karena sudah punya kedekatan. Problemnya pendukung Jokowi yang melihat kata kasar Prabowo ini,” jelas dia.

Pengamat politik Ini Nilai Prabowo Punya Kecerdasan Dan Kejujuran
Pengamat politik Ini Nilai Prabowo Punya Kecerdasan Dan Kejujuran (monitorkini.com)

Kunto pun menanggap tindakan yang di lakukan Prabowo dengan memakai kata-kata bersifat kasar itu sejalan dengan upaya tampil dengan citra diri menjadi capres yang cerdas. Dia menilai, bahwa salah satu cara untuk mengasosiasikan hal tersebut merupakan dengan tampil tegas yang setelah itu menilai sebuah hal yang bersifat buruk. Kunto menyebut hal tersebut di perlihatkan Prabowo dengan menyindir para koruptor.

“Kecerdasan itu bisa diasosiasikan berbagai cara, memaki itu dianggap tegas misalnya memaki koruptor,” tutur Kunto.

Bukan hanya itu, Kunto mengungkapkan, jika pemakaian kata bersifat kasar oleh seorang capres tengah menjadi tren dalam beberapa waktu belakangan ini. Kunto menyatakan, ada sejumlah capres yang pernah melakukan hal tersebut seperti capres Amerika Serikat Donald Trump, capres Filipina Rodrigo Duterte, sampai calon perdana menteri India Narendra Modi. Kunto memprediksi, pemakaian kata bersifat kasar tersebut sebagai tren sebab, masyarakat penat dengan bermacam persoalan yang semakin marak.

“Karena yang dibutuhkan pemilih hari ini adalah ketegasan, mereka capek dengan ketidakadilan dan berbagai janji,” pungkasnya.