Senin, 27 Mei 2019
NasionalPilpres 2019Politik

Rilis Hasil Suara Berbeda Dari C1, Tim 02 Laporkan KPU Ke DKPP Dan polisi

Rilis Hasil Suara Berbeda Dari C1, Tim 02 Laporkan KPU Ke DKPP Dan polisi (monitorkini.com)
32views

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum salah dalam menginput data suara dalam Sistem Informasi Pemungutan Suara (Situng). Suara yang didapatkan oleh  pasangan capres-cawapres kubu Petahana serta Prabowo-Sandi tidak selaras dengan hasil scan form C1. Hal tersebut terjadi di beberapa wilayah, terutama TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Walaupun begitu KPU membenarkan kesalahannya serta juga menyatakan telah membereskan data itu, tim dari Prabowo-Sandi merasa dirugikan  dengan hal tersebut. Karena, suara Prabowo-Sandiberkurang di Situng KPU tersebut.

Juga Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi DKI akan melaporakan KPU RI serta KPU Jakarta Timur, ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ketua BPP DKI Prabowo-Sandi, Muhamad Taufik mengungkapkan, bahwa kasus tersebut merupakan kasus yang tidak lazim. Apalagi, nampak jelas ada unsur kesengajaan untuk menurunkan suara pasangan Prabowo-Sandi. Hal itu di sampaikan oleh Taufik, pada (19/4/2019).

“Masak, dalam scan C1 yang diunggah, suara Jokowi-Ma’ruf 47, sementara Prabowo-Sandiaga 162 suara. Tapi, data yang diinput KPU, suara Jokowi-Ma’ruf naik menjadi 180, untuk Prabowo-Sandiaga menyusut jadi 56 suara. Ini namanya pelanggaran pemilu. Kami, akan laporkan ke DKPP dan polisi,” ungkap Muhammad Taufik.

Ketua Seknas Prabowo-Sandi tersebut menjelasakan, cara-cara membolak-balikan data input adalah cara yang tak benar dan juga merugikan pasangan Prabowo-Sandi. Seharusnya, KPU yang menjadi penyelenggara pemilu ada di tengah atau netral. Menurutnya, hal tersebut jelas merupakan pelanggaran yang tak dapat diterima.

ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI tersebut menilai, bila tidak ketahuan kemudian KPU sukses dalam melakukan peningkatan suara untuk pasangan capres-cawapres kubu Petahana.

“Sangat berani ini KPU melakukannya. Bagi saya, ini tak bisa diterima begitu saja, alasan salah input. Ini kesengajaan. Kami, akan laporkan ke DKPP dan pidanakan,” jelas dia.

Rilis Hasil Suara Berbeda Dari C1, Tim 02 Laporkan KPU Ke DKPP Dan polisi
Rilis Hasil Suara Berbeda Dari C1, Tim 02 Laporkan KPU Ke DKPP Dan polisi (monitorkini.com)

Diketahui, terjadi salah input di TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Dalam melakukan scan C1 yang dikeluarkan, suara kubu Petahan 47, sedangkan Prabowo-Sandi 162 suara.

Namun, dalam data yang diinput KPU, suara paslon kubu petahana meningkat menjadi 180, sementara untuk Prabowo-Sandi berkurang jadi 56 suara. Hal tersebut juga ramai dibicarakan di berbagai sosial media.

Komisioner KPU Evi Novida Malik menuturkan, Situng merupakan upaya timnya untuk menjadikan Pemilu serentak secara transparan juga siapa saja dapat melihat penghitungan suara. Jika ada kesalahan, KPU tidak menutup diri untuk menjalankan koreksi. Hal itu di sampaikan oleh Evi pada (19/4/2019).

“Ini adalah bagian dari transparansi kami sebagai penyelenggara Pemilu. Setiap orang boleh memberikan masukan bila ada yang tidak pas di entri,” tutur Evi.

Evi juga mengatakan, kesalahan entri kasus di TPS 093 di Badara Cina sudah dibenahi. Dalam Situng KPU. Suara Prabowo-Sandi kembali seperti di dalam C1 yaitu 162, serta paslon kubu Petahana 47.

“Data scan dan upload adalah data sementara, pada penghitungan di TPS para saksi dan Panwas mendapatkan salinannya juga. Pada rekapitulasi di PPK dapat dikoreksi bila ada kesalahan. Bila kesalahan input maka kita koreksi input sesuai C1,” pungkas dia.